Program Hamil TRB Inseminasi Buatan

Proses yang dijalani dimulai dengan
meletakkan sperma segar atau sperma yang telah dibekukan (sperma normal baik
bentuk maupun pergerakannya) ke dalam serviks (leher rahim) atau yang disebut
dengan Intracervical Insemination (ICI)) atau di dalam
rahim wanita atau disebut Intrauterine Insemination (IUI).
Angka keberhasilan inseminasi buatan ini tergantung pada beberapa hal, yaitu :
- ·
Usia wanita
- ·
Kualitas sel telur
- ·
Kualitas sel sperma
- ·
Ada atau tidaknya endometriosis yang parah
- ·
Adanya kerusakan saluran tuba
Pasangan yang melakukan inseminasi
memiliki kemungkinan berhasil sekitar 5-20% setiap siklusnya. Persentase
keberhasilan dapat ditingkatkan apabila dikombinasikan dengan terapi hormonal
sebelumnya. Inseminasi buatan ini memang tidak selalu berhasil untuk setiap
pasangan. Beberapa pasangan mungkin membutuhkan beberapa kali mencoba baru
terjadi kehamilan. Umumnya inseminasi buatan dilakukan sebanyak 3 kali sebelum
terjadinya kehamilan atau beralih ke terapi lainnya. Jika inseminasi buatan
telah berhasil maka akan segera terlihat tanda-tanda kehamilan dalam beberapa
minggu.
Untuk melakukan program inseminasi
buatan maka diperlukan beberapa persyaratan seperti: harus dilakukan oleh
pasangan menikah yang sah yang telah menikah 1 tahun lebih. Pada pasangan
suami istri akan dilakukan pemeriksaan kesuburan menyangkut kondisi sel telur,
sel sperma dan juga saluran reproduksi wanita. Jika semua berjalan dengan baik
maka tidak ada dampak buruk yang dapat dialami oleh wanita maupun pria. Jika
tidak berhasil, maka biasanya dokter akan mennyarankan untuk melakukan prosedur
lain yang lebih rumit, seperti Program Bayi Tabung.
Jenis Inseminasi Buatan
Inseminasi buatan adalah proses dimana
sperma ditempatkan dalam saluran reproduksi wanita melalui berbagai metode
selain coital.Sperma yang digunakan bisa dari pasangan sendiri atau dari
donor.Berbagai jenis inseminasi buatan meliputi:
1. Intracervical Insemination
(ICI)
Intracervical insemination (ICI)
merupakan jenis inseminasi buatan yang paling umum digunakan.ICI merupakan
proses yang kurang invasif dan bisa dilakukan cepat. Pada prosedur ini, sperma
ditempatkan di leher rahim (serviks) pasien wanita.Dari leher rahim, sperma
kemudian akan berenang melalui rahim menuju tuba falopi.Proses inseminasi
buatan dilakukan sebelum wanita berovulasi.Spekulum digunakan untuk membuka vagina
untuk mengekspos leher rahim. Kemudian, dengan bantuan kateter dan jarum
suntik, dokter akan memasukkan sperma ke dalam vagina.Leher rahim kemudian
‘disumbat’ dengan spons agar sperma tidak tumpah atau bocor.Setelah sekitar 6
jam, spons bisa dilepas. Seluruh rangkaian prosedur hanya memakan waktu sekitar
5 sampai 10 menit.
2. Intrauterine Insemination
(IUI)
Intrauterine insemination (IUI)
merupakan jenis lain inseminasi buatan. Prosedur IUI mirip dengan ICI.Bedanya,
pada IUI sperma dimasukkan dalam rahum dengan bantuan kateter.Prosedur ini
membutuhkan waktu kurang dari 15 menit. Sperma ditempatkan dalam rahim sebelum
hari ovulasi.Sperma tersebut kemudian diharapkan berenang menuju tuba falopi
untuk membuahi sel telur.
3. Intratubal Insemination
(ITI)
Intratubal insemination (ITI)
merupakan jenis prosedur yang kurang umum digunakan dibandingkan dengan ICI dan
IUI.ITI termasuk proses invasif serta mahal. Dalam proses ini, sperma dari
pasangan atau donor ditempatkan langsung di kedua tuba falopi.Metode ini dimaksudkan
agar sperma tidak perlu berenang ke arah sel telur sehingga memperbesar peluang
terjadinya pembuahan.Proses ini dapat dilakukan secara laparoskopi atau
intraserviks.Dalam metode laparoskopi, sayatan kecil dibuat di perut untuk
mecapai tuba falopi.Kateter kemudian dimasukkan ke dalam sayatan untuk
menyalurkan sperma langsung ke dalam tuba falopi.Pada metode intraserviks,
kateter didorong langsung menuju tuba falopi melalu vagina, leher rahim, dan
rahim.Sperma kemudian disalurkan langsung ke tuba falopi melalui kateter.
4. Intravaginal Insemination
(IVI)
Intravaginal insemination (IVI)
termasuk prosedur yang jarang digunakan.Proses IVI mirip dengan hubungan
seksual alami. Pada prosedur ini sperma ditempatkan dalam vagina dekat leher
rahim.Proses ini dapat dilakukan di rumah sendiri. Pertama, pasangan
mengumpulkan sperma dalam gelas steril.Menggunakan bantuan alat suntik, sperma
kemudian dimasukkan ke dalam vagina sedekat mungkin ke serviks agar terjadi
pembuahan.